^ Back to Top

Supported By

Konsultan Anda

Anang Cahyono

081386806590

Id line anangshinwa

 

Visitors Counter

015546
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
29
36
74
15337
378
647
15546

Your IP: 54.225.32.164
Server Time: 2018-07-17 11:02:28

 

Pertanyaan-petanyaan umum yang sering diajukan oleh pengguna tentang masalah teknis dalam suatu produk/problem/kasus tertentu sehingga memudahkan pengguna apabila ada permasalahan di kemudian hari. Biasanya selalu disertai jawaban mengenai pertanyaan yang bersangkutan. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai program I-GIST atau bisa disebut dengan Investasi Jabon dari PT.GMN. FAQ ini dimaksudkan supaya orang menjadi tahu dan paham mengenai program dari PT.GMN. PT.GMN memiliki banyak program, salah satunya adalah I-GIST. PT.GMN juga terdapat pendidikan non formal untuk pengembangan SDM juga sehingga siapapun yang mengikuti program di PT.GMN (I-GIST) bisa mendapatkan ilmu pengetahuan untuk bisa lebih baik daripada sebelumnya. Bersama-sama dengan PT.GMN bergandengan tangan menuju kehidupan lebih baik.

PERTANYAAN PERTAMA
Bagaimana jika produk ini booming tetapi lahannya habis?
Sama halnya jika sebuah pabrik kehabisan bahan baku maka I-GIST pun ketika lahan habis produk ini sudah tidak dapat dijual lagi dan itulah sebabnya sekarang adalah saat yang tepat untuk bergabung karena lahan masih tersedia. Indonesia memiliki jutaan hektar lahan yang dapat diolah, belum termasuk lahan hutan yang sudah rusak karena diekploitasi. Dengan demikian, jika lahan yang dijual habis mungkin Anda sudah menjadi Green Miliarder dan orang yang paling terakhir bergabung pun tidak rugi karena memiliki pohon yang bisa dipanen.

PERTANYAAN KE DUA
Bagaimana jika satu lahan/cluster yang sama oleh I-GIST dijual ke beberapa orang (double sertifikat, seperti kasus-kasus yang pernah terjadi pada bisnis investasi bodong)?
Semua pemilik pohon bisa mengecek dengan cara login di website I-GIST dengan alamat www.i-gist.com dan bisa melihat seluruh cluster/lahan I-GIST dengan masing-masing nama pemiliknya dari sejak awal sampai dengan pencetakan sertifikat terakhir dan pemilik per clusternya tetap satu dan tidak pernah berubah.

PERTANYAAN KE TIGA
Apakah I-GIST sudah terdaftar di departemen keuangan sebagai pengelola dana masyarakat?
I-GIST bukan lembaga pengelola investasi melainkan sebagai penyedia bibit jabon. Sama halnya dengan developer perumahan, nasabah berinvestasi di rumah dan tanah yang dia beli sedangkan developer bertugas membangun dan menyelesaikan legalitas rumah dan tanah tersebut. Begitu pun I-GIST, nasabah berinvestasi pada pohon yang dia tanam di lahan yang sudah dikontrak kerja sama selama 5 tahun sedangkan I-GIST adalah penyedia bibitnya dengan fasilitas:
- pencarian lahan yang sesuai
- pengurusan legalitas
- penanaman dan pemeliharaan sampai dengan 5 tahun
- garansi dan manajemen risiko untuk setiap pohon
- laporan perkembangan pohon;
- pendampingan tenaga ahli.
Ibaratnya jika Anda membeli mobil atau peralatan elektronik biasanya penjual mem-berikan beberapa fasilitas seperti gratis penggantian oli, gratis Service, garansi mesin, dan sebagainya. I-GIST juga memberikan fasilitas tersebut untuk bibit yang dijual.

PERTANYAAN KE EMPAT
Bagaimana jika suatu saat PT GAB (I-GIST) mengalami pailit/bangkrut?
Kepailitan biasanya terjadi jika sebuah usaha tidak mendapatkan penjualan yang baik atau produk yang dijual tidak menguntungkan untuk usaha tersebut. Dalam hal ini, risiko tersebut dapat terjadi pada usaha apa pun. Akan tetapi, jika Anda sudah memiliki kontrak dengan pemilik lahan langsung dan pohon Anda sudah ditanam maka jika I-GIST pailit, Anda tetap berhak atas lahan sampai dengan 5 tahun beserta pohon yang tertanam di lahan tersebut. Sama halnya, jika Anda membeli rumah di sebuah perumahan, meskipun developer bangkrut rumahnya tetap menjadi milik Anda.

PERTANYAAN KE LIMA
Bagaimana kemungkinan jika PT GAB melarikan diri?
PT GAB tidak mengelola dan menyimpan dana pemilik pohon melainkan menjual bibit dan menanamnya sehingga mayoritas aset PT GAB tidak berbentuk uang seperti halnya lembaga-lembaga investasi/keuangan. Dengan demikian tidak memungkinkan PT GAB untuk melarikan diri membawa bibit/pohon yang masih baru ditanam.

PERTANYAAN KE ENAM
Apakah sanggup PT GAB memelihara pohon jabon hingga 5 tahun?
Pohon jabon memiliki karakteristik tanaman hutan yang kita ketahui bersama bahwa hutan selama ini tidak ada yang merawat tetapi masih bisa tumbuh pesat. Pohon jabon memiliki masa kritis pada tahun pertama setelah penanaman. Setelah pohon jabon itu sudah menjadi kayu maka kemungkinan mati sangat kecil dan perawatannya sangat mudah. Apalagi sudah mencapai usia 3 tahun ke atas biasanya dibiarkan saja sudah bisa hidup. Pohon Jabon tidak memerlukan perawatan seperti waktu penanaman karena akarnya sudah besar dan kuat. Ketika pohon ditebang pada saat panen, secara alamiah akar pohon jabon dapat menumbuhkan tunas kembali yang disupport oleh akar yang sudah besar dan kuat sehingga tidak memerlukan biaya perawatan lagi.

PERTANYAAN KE TUJUH
Bagaimana I-GIST dapat meng-handle risiko-risiko yang menjadi garansi di sertifikat?
I-GIST secara konsisten terus menambah jumlah pohon cadangan sehingga jika terjadi risiko pada pohon mitra penanam, I-GIST akan mengganti dengan pohon cadangan yang dimiliki. Ibarat Bank keamanan bank tersebut ditentukan oleh CAR (............) artinya jika seluruh nasabah menarik dananya dari bank tersebut, bank tersebut masih memiliki cadangan modal untuk bisa beroperasi. Sama halnya dengan asuransi, keamanan perusahaan asuransi ditentukan oleh RBC (Risk Base Capital) sehingga jika seluruh nasabah melakukan claim, perusahaan asuransi masih memiliki sisa modal untuk beroperasi. Keamanan I-GIST ditentukan berapa banyak pohon cadangan yang dimiliki. I-GIST memperbanyak pohon cadangan dengan 2 cara, yaitu:
1. Dengan menanam sendiri pohon cadangan bersamaan dengan pohon mitra penanam;
2. Mengakuisisi pohon jabon yang sudah ditanam oleh petani, biasanya sudah berusia 2-3 tahun (sudah kuat dan survive).

PERTANYAAN KE DELAPAN
Bagaimana penjualan hasil panen pohon?
Saat ini kebutuhan kayu nasional baru tercukupi ± 50% bahkan untuk mencukupi kebutuhan satu pabrik skala besar, paling tidak dibutuhkan 70.000 hektar pohon jabon. Padahal dalam 2 tahun pemasaran produk I-GIST, menghasilkan hanya ±200-300 hektar saja. I-GIST memiliki puluhan mitra industri baik skala kecil maupun skala besar sehingga diprediksi penjualan kayu jabon tidak mengalami kendala dan prospeknya masih besar.

PERTANYAAN KE SEMBILAN
Bagaimana jika harga kayu jatuh/turun?
Harga kayu ditentukan oleh pasar, I-GIST tidak dapat memberikan jaminan harga. Akan tetapi, sepanjang sejarah harga kayu tidak pernah turun karena untuk mendapatkan 1 kubik kayu dibutuhkan 5-6 tahun sedangkan mengolah 1 kubik kayu hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Perbedaan inilah yang menyebabkan permintaan dan supply kayu tidak pernah seimbang sehingga akibatnya harga kayu tidak pernah turun bahkan cenderung naik. Apalagi saat ini kebijakan lingkungan semakin melindungi hutan alam sehingga supply kayu semakin sulit.

PERTANYAAN KE SEPULUH
Mengapa harga bibit di I-GIST sepertinya lebih mahal dibandingkan harga bibit jika membeli di petani?
Harga bibit di I-GIST sangat wajar jika menghitung fasilitas-fasilitas yang didapatkan. Jika membeli bibit sendiri, risiko penanaman semua menjadi tanggung jawab pembeli dan tidak mendapatkan arahan dan pendampingan tenaga ahli. Harga di I-GISt sudah diperhitungkan untuk meng-cover berbagai risiko utama dalam penanaman dan pemeliharaan pohon.

Menyikapi Berita-berita yang simpang siur hal hal yang perlu pahami dan digaris bawahi adalah :
 
1. I-GIST atau PT. GAB Bukanlah lembaga investasi dan tidak mengelola Instrumen keuangan baik itu saham, pasar uang ataupun instrumen keuangan yang lain nya, I-GIST adalah perushaan bidang perkebunan dan kehutanan yang menjual Pohon Jabon dengan fasilitas pencarian lahan, legalisasi, perijinan, pengawasan dan pemeliharaan tanaman jabon.
 
2. Objek Transaksinya Jelas yaitu Jual Pohon Jabon dengan layanan pencarian lahan, penyediaan tenaga ahli, pengawasan, perawatan tanaman jabon hingga masa panen dan management resiko, yang kemudian akan di fasilitasi untuk dijual kepada Industri-Industri perkayuan mitra I-GIST sebagai bahan baku Industri Kayu, sehingga dalam hal digolongkan sebagai Produk Komoditas.
 
3. Semua hal tersebut diikat dalam sebuah perjanjian Jual-beli tanaman jabon, kerjasama penggunaan lahan secara jelas, terperinci dan tidak menyebutkan instrumen investasi atau pun pengelolaan keuangan.
 
Maka bersama ini dapat di simpulkan bawha, I-GIST / PT. GAB, bukanlah lembaga pengelola Intrumen Investasi dan tidak Menjual produk Investasi, melainkan menjual produk komuditas kayu, Sehingga I-GIST / PT. GAB tidak dibawah naungan pengawasan OJK, Melainkan di bawah koordinasi BKPM, departemen perdagangan,  dan KEMENKUMHAM.
 
Mangapa I-GIST Masuk kedalam List Perusahaan-Perusahaan yang menawarkan Investasi ?
 
Menyikapi hal ini kemungkinan ada sejumlah masyarakat pada saat mendengar dan di undang dalam presentasi-presentasi produk I-GIST menyimpulkan bahwa yang ditawarkan tersebut adalah investasi yang kemudian mereka mengkroscek perijinannya ke OJK atau DEPKEU, oleh karena tidak ada izinnya di OJK maka di Identivikasikan di dalam List perushaan-perusaan yang tidak memiliki ijin tersebut.
 
Demikan kiranya informasi yang dapat kami sharingkan, semoga dapat dijadikan sumber yang dapat di pertanggung jawabkan, Salam Mulia Sejahtera...
 
Best Regard
Management
PT. Global Media Nusantara.